“Bangkit Mengubah Hidupku:” Cerita Alumni 2021

"167 juta atau 89% dari total penduduk Indonesia merupakan pengguna ponsel pintar."
(Ahmad M. Ramli, Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo, 2021)

Tingginya pengguna ponsel pintar di Indonesia memberikan dampak tersendiri terhadap penggunaan aplikasi yang bersifat mobile friendly. Hal ini membuat dunia mobile development mengalami perkembangan yang cukup pesat. Perkembangan yang dialami oleh lini mobile development menarik perhatian salah satu lulusan Bangkit 2021, yakni Rifqi Naufal Tohari.

Bagi Mahasiswa Ilmu Komputer di Universitas Negeri Malang yang lulus tahun 2021 ini, mobile development adalah sesuatu yang sangat menarik untuk ia pelajari. Sayangnya, rasa dahaga Rifqi akan ilmu mobile development belum bisa terpenuhi lewat pembelajaran yang didapatnya di dalam kelas. Rifqi pun merasa bahwa ia perlu mendapatkan ilmu ini dari kegiatan di luar kampus.

Tuntutan Belajar dari Dunia Teknologi dan Informasi yang Dinamis

Ada banyak hal yang melatarbelakangi semangat belajar Rifqi dalam memperdalam ilmu mobile development. Salah satunya adalah Rifqi menyadari bahwa dunia teknologi bergerak begitu cepat dan sifatnya sangat dinamis.
“Dunia IT bergerak cepet banget. Kita mempelajari satu hal sekarang, besok sudah bisa berubah lagi. Menurutku, belajar hanya di bangku kuliah saja tidak cukup.”
Oleh karena itu, Rifqi memutuskan untuk ikut serta dalam program Bangkit 2021.

Mengubah Hidup dan Meningkatkan Kapabilitas bersama Bangkit

Keikutsertaan Rifqi dalam program Bangkit tidak hanya dilatarbelakangi oleh tren mobile development yang sedang berkembang pesat. Sebagai seorang mahasiswa yang kelak akan memulai karier selepas lulus, Rifqi memiliki kegelisan tersendiri terhadap kualitas diri yang ia miliki. Rifqi merasa tidak terlalu percaya diri untuk bisa terjun dan berkarier di dunia teknologi informasi jika ilmu yang ia miliki belum terasa cukup.

Selain itu, Rifqi pun sempat mencoba untuk membangun sebuah startup sebagai sarana unjuk kebolehannya. Sayangnya, proses pengelolaan startup ini tidak berjalan sesuai dengan harapan. Ini dikarenakan Rifqi merasa belum memiliki kapabilitas yang cukup sebagai seorang entrepreneur. Keinginannya untuk bisa memiliki kemampuan manajerial ini juga melatarbelakangi semangat Rifqi untuk mengubah hidupnya bersama Bangkit.
“Salah satu temenku yang pernah sama-sama membangun startup denganku merekomendasikan aku untuk ikut Bangkit. Setelah aku diterima di Bangkit, ternyata aku dapetin banyak ilmu yang aku mau di sini. Nggak kebayang hidupku bakalan kayak gimana kalau temenku nggak merekomendasikan Bangkit dan aku nggak ikutan program ini.”
Dorongan yang diberikan oleh rekan Rifqi membuat Rifqi akhirnya bisa merasakan banyak manfaat sebagai peserta Bangkit. Salah satu manfaat yang Rifqi rasakan adalah mentor yang sangat sabar dan berdedikasi dalam mengasah kemampuan para peserta. Selain itu, Rifqi merasa beruntung bisa ambil bagian dalam kelas Career Development yang dibuat khusus untuk kesiapan karier peserta.
“Aku mendapatkan ilmu tentang pembuatan CV. Bagaimana caranya membuat CV dengan efektif, nggak terlalu panjang, tapi menunjukkan core yang kita punya.”

Bersosialisasi dan Mendapatkan Suntikan Kepercayaan Diri

Dari segi sosial, Rifqi merasa mendapatkan banyak manfaat dengan mengikuti program Bangkit. Ia berkesempatan untuk mengenal teman-teman barunya yang datang dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Adanya teman-teman yang beragam dengan learning path yang berbeda-beda ini Rifqi akui dapat menambah wawasannya. Ia jadi mengetahui proses pembelajaran di luar learning path mobile development. Pertukaran wawasan inilah yang menyuntikkan kepercayaan diri pada Rifqi untuk terjun di dunia industri nantinya.

Menurut Rifqi, capstone project berkontribusi besar dalam hal pertukaran wawasan ketiga learning path yang ada di Bangkit. Baginya, tahapan belajar satu ini adalah tahapan yang paling seru. Namun Rifqi berharap Bangkit 2022 dapat memfasilitasi peserta dengan sharing session lintas learning path agar perencanaan project dapat berjalan lebih matang.

Kepercayaan diri Rifqi semakin bertambah karena Bangkit tidak hanya memfasilitasinya dengan berbagai skill yang dibutuhkan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengambil ujian sertifikasi secara gratis. Rifqi yang kemudian berhasil mendapatkan sertifikasi Google AAD merasa lebih percaya diri untuk melamar ke berbagai perusahaan besar. Ini mengubah hidup Rifqi, mengingat mulanya, ia memiliki krisis kepercayaan diri karena merasa kapabilitasnya belum teruji sebagai seorang akademisi teknologi dan informasi.

Melalui acara Bangkit Career Fair, Rifqi memasukkan lamaran ke tiga perusahaan besar. Akhirnya, Rifqi berhasil diterima sebagai Software Engineer Intern di Gojek. Oleh karenanya, Rifqi menganggap program career fair ini amat berperan bagi perubahan hidupnya. Setelah memulai kariernya di Gojek, Rifqi pun merasa semua materi yang ia dapatkan dari Bangkit amat membantu kinerjanya sekarang karena materinya yang dinilai sangat update.
“Ilmu yang aku dapet dari Bangkit kepake banget saat sudah diterima di Gojek. Bahasa Inggrisku juga jadi jauh lebih baik dan sangat bermanfaat di perusahaan ini, mengingat ada beberapa karyawan internasional di Gojek dan bahasa yang digunakan saat meeting adalah bahasa Inggris. Aku yang sudah dibiasakan di Bangkit jadi nggak kesulitan.”

Bangkit Bukan Sekadar “Asupan Tambahan”

Pengalaman mengubah hidup yang Rifqi dapatkan dari Bangkit membuatnya ingin menyampaikan beberapa hal bagi para calon peserta Bangkit 2022:

Dunia Informasi dan Teknologi Bergerak Sangat Cepat

Oleh karenanya, Rifqi menyarankan para mahasiswa di bidang teknologi dan informasi untuk menambah ilmu di luar kampus.
“Ikuti program Kampus Merdeka karena programnya keren banget. Dunia IT itu bergerak cepet banget, tidak ada ilmu pakem di sini, dan belajar di bangku kuliah aja nggak cukup. Hanya jadi “kupu-kupu” (kuliah-pulang - kuliah-pulang) di kampus tidak membuat kamu siap berkarier di perusahaan besar.”

Bangkit Punya Impact yang Besar

Bagi Rifqi, Bangkit tidak bisa hanya dianggap sebagai “asupan tambahan” di luar kampus. Peserta harus menempatkan kesungguhannya dalam program ini.
“Aku prihatin sama mahasiswa yang menganggap kegiatan Bangkit hanya sebagai kegiatan tambahan. Padahal, Bangkit setara dengan kegiatan perkuliahan dengan impact dan scope yang jauh lebih besar.”

Bangkit Mendukung Kesiapan dalam Berkarier

Sebagai peserta Bangkit, Rifqi merasakan langsung bahwa Bangkit tidak hanya membekalinya dengan soft skill dan hard skill, tetapi juga mempersiapkan peserta untuk terjun ke dunia kerja.
“Kalau di kampus, ilmu kesiapan karier seperti pembuatan resume atau time management nggak ada. Tapi aku dapetin ini di Bangkit dan program ini bener-bener bisa mempersiapkan aku untuk terjun ke dunia kerja.”
Rifqi sudah mendapatkan pengalaman yang mengubah hidupnya dari Bangkit. Sekarang adalah giliranmu untuk memperoleh hal yang sama dengan bergabung di Bangkit 2022!

Baca cerita dari Lulusan Bangkit lainnya di sini:

Comments

Popular posts from this blog

Reza Albian Jawas: Penjaga Warnet yang Jadi Pengembang Aplikasi

Try to be the Winner of Every Battle

“It’s About Giving Back:" a Contributor Experience in Bangkit