Setiap Orang Menjadi Guru, Setiap Rumah Menjadi Sekolah



Judul artikel ini bukan orisinal dari saya. Ini adalah kalimat cetusan dari Ki Hadjar Dewantara, tokoh pendidikan Indonesia yang sangat berpengaruh. Ada 2 tokoh pendidikan yang begitu saya kagumi dalam sejarah. Yang pertama adalah Ki Hadjar Dewantara dan yang kedua adalah Fukuzawa Yukichi. Kita yang merupakan warga Indonesia tentu sudah tidak asing dengan sosok Ki Hadjar Dewantara. Sedangkan Fukuzawa Yukichi merupakan bapak pendidikan negara Jepang. Di tengah desingan peluru, Pak Yukichi tetap gigih mengajar dan mengantar Jepang menuju periode modern. Sosoknya menjadi gambar dari mata uang kertas 10,000 yen, mata uang tertinggi di Jepang.

Bagi saya, jelas pendidikan sangatlah penting. Pendidikan mampu menentukan nasib perusahaan, kota, bangsa, negara, bahkan peradaban manusia. Namun sudah tentu pendidikan tidak hanya dimonopoli oleh sekolah/kampus/universitas. Saya sangat percaya bahwa setiap orang memiliki kapabilitas sebagai pendidik. Saya di sini berbicara mengenai sosok orang tua, saudara, kawan, teman kampus, kolega perusahaan, atasan perusahaan, rekan bisnis, relawan, dll. Mengutip filsuf Sokrates, “Pendidikan bukanlah mengisi suatu wadah, melainkan memicu percikan api yang membakar”. Saya sangat percaya sosok inspiratif dapat kita temui di berbagai tempat/bidang.

Dengan perspektif ini, saya tentu sangat antusias dan senang dengan program Bangkit yang didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Sejalan dengan rencana besar Kampus Merdeka, pendidikan tidak hanya dimonopoli oleh kampus/universitas. Setiap elemen masyarakat harus terlibat dalam proses pendidikan, yakni pemerintah, industri, lembaga masyarakat, keluarga, dan tentunya universitas. Saya sangat berharap Bangkit bisa menjadi program yang mencerahkan bagi para mahasiswa yang ikut serta, sekaligus menjadi pemicu bagi segenap elemen masyarakat untuk menjalankan hak dan kewajibannya dalam mendidik dan mempersiapkan generasi penerus.

Juan Intan Kanggrawan, PIC Traveloka untuk Program Bangkit

Comments

Popular posts from this blog

Reza Albian Jawas: Penjaga Warnet yang Jadi Pengembang Aplikasi

Try to be the Winner of Every Battle

“It’s About Giving Back:" a Contributor Experience in Bangkit