Mercusuar untuk Talenta Digital Muda


Cerita Vincent Tatan, Machine Learning Instructor untuk Bangkit 2021

Teknologi Indonesia telah mengalami kemajuan pesat dan Vincent Tatan (27) melihat hal itu. Ia menyadarinya saat salah satu muridnya di Bangkit melemparkan pertanyaan seputar Siamese network di Machine Learning, sebuah pertanyaan yang bersifat sangat teknis untuk bisa diajukan oleh seorang mahasiswa.

Di situ, sang ahli Machine Learning memahami bahwa dunia teknologi informasi tanah air telah berkembang. Terlebih, ia menjadi saksi langsung semangat belajar para calon talenta digital muda di Bangkit yang begitu tinggi.

Layaknya Berbagi pada Diri Sendiri

Sejak 2019, Vincent―begitu ia dipanggil―menjadi bagian dari Google dengan perannya sebagai Machine Learning Engineer/Analyst. Ia yang saat ini sudah menempati posisi Senior, memiliki tanggung jawab untuk melindungi pengguna Google Chrome, Gmail, serta Android agar tidak masuk ke dalam sembarangan website. Keberadaan situs bodong ini dapat mengancam keamanan informasi rahasia penting milik pengguna, seperti kartu kredit, akun media sosial, dll. Oleh karenanya, dengan memanfaatkan Machine Learning dan Data Analytics, Vincent melaksanakan kewajibannya untuk memberikan pengguna pengalaman berselancar di jagat maya yang aman.

Lahir di Jakarta, Vincent berkesempatan untuk menimba ilmu di program studi Manajemen Sistem dan Layanan Informasi di Singapore Management University (SMU). Ia tidak datang dari latar belakang programming, sehingga coding merupakan sesuatu yang kurang familiar baginya. Namun pada masa studinya di SMU, Vincent mulai mendalami berbagai hal yang berkaitan dengan web development.


Saat program Bangkit diinisiasi oleh Google, Vincent seketika teringat akan masa-masa belajarnya sebagai mahasiswa di bidang IT. Vincent yang dulu adalah seseorang yang belum mengerti apapun soal coding, machine learning, dan web development. Oleh karenanya, tingginya antusiasme belajar yang dimiliki oleh para peserta Bangkit mengingatkan Vincent akan dirinya yang dulu, yang masih menempuh proses belajar. Seolah berkesempatan untuk mengajar dirinya di masa lalu, Vincent pun tergerak untuk berbagi dan mengabdikan diri sebagai instruktur.

IT di Indonesia yang Sudah Berkembang Pesat


Vincent melihat bahwa Bangkit hadir sebagai wadah pembelajaran yang menyediakan berbagai kemudahan dalam memperoleh ilmu yang berkaitan dengan teknologi. Selain itu, materi yang diajarkan di Bangkit juga dapat mengasah potensi para peserta sehingga mereka memiliki prospek yang lebih baik di masa depan, baik dalam hal karir maupun pengembangan diri.

Selama di Bangkit, Vincent berperan sebagai Machine Learning Instructor yang membagikan ilmu mengenai Machine Learning Operations. Dalam kelasnya, Vincent lebih banyak menjelaskan tentang penerapan Machine Learning untuk user dalam jumlah banyak seperti yang dilakukan di berbagai perusahaan unicorn.

Hal menarik yang Vincent temukan selama mengajar di Bangkit adalah berbagai pertanyaan thoughtful yang diajukan oleh para siswa. Ini cukup mengejutkan bagi Vincent, mengingat perkembangan IT di Indonesia terbilang baru dibandingkan dengan di Amerika Serikat atau di berbagai negara maju di Eropa.
“Saya mendapatkan pertanyaan dari siswa yaitu, ‘Apa itu Siamese Machine Learning?’ Saya kaget karena istilah ini ada di dalam pembelajaran teknologi mengenai sistem-sistem Machine Learning. Pertanyaan inilah yang membuat saya sadar bahwa perkembangan ML dan IT di Indonesia memang bertumbuh dengan sangat pesat.”
Selepas mengajar di Bangkit, Vincent merasa senang bisa melihat salah satu siswanya mendapatkan pekerjaan di bidang Machine Learning. Bahkan siswanya tersebut memberikannya catatan terima kasih karena sudah menjadi seorang mentor yang baik. Inilah yang membuat Vincent merasa bahagia bisa berbagi di Bangkit.

Belajar Banyak, Berkontribusi Banyak


Menjadi bagian dari industri teknologi besar seperti Google merupakan impian dari banyak lulusan Bangkit. Oleh karena itu, Vincent menekankan bahwa untuk bisa memulai karir di perusahaan teknologi raksasa, seseorang harus mau untuk terus belajar.

Ini berkaitan dengan perkembangan IT yang berjalan sangat cepat. Menurutnya, apa yang berlaku hari ini belum tentu akan berlaku untuk lima tahun mendatang. Oleh karenanya, para talenta digital yang ingin memulai karir di perusahaan teknologi perlu mempelajari cara untuk belajar atau mengetahui strategi pembelajaran yang tepat.

Menurut Vincent, selain mengetahui strategi belajar yang benar, ada pula hal yang perlu dihindari oleh seseorang yang ingin berkarier di dunia teknologi. Hal tersebut adalah merasa diri sudah cukup pintar, yang secara psikologis disebut sebagai Dunning-Krugger effect. Contohnya adalah tidak mau melanjutkan proses belajar karena merasa sudah mengerti dan menguasai sebuah ilmu.

Vincent merasa bahwa untuk bisa menjadi seorang ahli di bidang teknologi, proses belajar tidak boleh berhenti. Setiap siswa harus mampu mengidentifikasi kekurangannya sendiri untuk bisa diperbaiki, sehingga ia kelak menjadi profesional di bidang IT dengan skill yang utuh.

Selain itu, Vincent sangat menyarankan para siswa untuk mengaplikasikan ilmunya tidak hanya untuk pengembangan diri semata, tetapi juga untuk membantu orang lain. Bahkan sang Machine Learning Engineer merasa bahwa kontribusi sama pentingnya dengan mengambil sertifikasi.

Menurut Vincent, belajar yang banyak harus diimbangi dengan kontribusi yang banyak pula. Kontribusi ini dapat beragam bentuknya, seperti mengajar, menuliskan materi yang sudah dipelajari di blog agar seseorang bisa membaca dan ikut belajar dari sana, atau menciptakan suatu produk. Kontribusi seperti inilah yang Vincent rasa dapat membuat proses belajar seseorang menjadi sangat bermanfaat.

Menjadi Mercusuar dengan Menulis


Sama seperti yang disampaikannya mengenai belajar banyak dan berkontribusi banyak, Vincent tidak hanya berperan sebagai seorang pengajar di Bangkit. Ia pun banyak membagi ilmu dan pengalaman pribadinya di Medium yang ia gunakan sebagai blog pribadinya. Kontribusi yang Vincent berikan melalui Medium membuatnya meraih predikat sebagai salah satu top writer di Medium pada tahun 2019 dan 2020.

Vincent mengaku bahwa mulanya, ia menulis hanya untuk dirinya sendiri, untuk mengingat apa yang sudah ia pelajari mengenai analytics. Saat baru memulai karir pun Vincent menulis untuk membantu dirinya memahami berbagai hal yang terbilang baru untuknya, seperti teamwork dan pengalaman bekerja di perusahaan teknologi.

Selain untuk dirinya sendiri, Vincent juga menulis untuk menjadi sebuah mercusuar.
“Saya ingin menjadi sebuah mercusuar yang memastikan setiap kapal yang sedang melintas dalam kegelapan tidak saling bertabrakan. Saya ingin menjadi landmark yang dapat memandu junior-junior saya yang menempuh perjalanan yang sama seperti saya agar tidak ‘menabrak’ atau melakukan kesalahan yang dulu pernah saya lakukan.”

3 Harapan Vincent untuk Siswa-Siswi Bangkit

Untuk siswa-siswi Bangkit yang diajarkannya, Vincent memiliki tiga harapan, yaitu:

Terus Belajar

Tidak berhenti belajar sangatlah diperlukan, mengingat Machine Learning mengajarkan para ahlinya untuk bisa terus naik ke tingkatan kualifikasi selanjutnya. Proses belajar tiada henti ini dapat mendorong perkembangan teknologi di Indonesia sehingga negara ini bisa memiliki potensi untuk maju.

Berkontribusi

Kontribusi adalah sesuatu yang sangat penting, karena menurut Vincent, Indonesia masih memiliki banyak masalah yang dapat diatasi dengan teknologi. Oleh karenanya, para peserta Bangkit diharapkan dapat membuat terobosan yang dapat memberikan dampak baik untuk dunia teknologi di Indonesia.

Bersyukur dan Berdoa

Bagi Vincent, keberhasilan para 3.000 mahasiswa unggulan dari seluruh Indonesia untuk menjadi bagian dari Bangkit tidak hanya karena mereka memiliki kualifikasi yang baik. Ada anugerah dan campur tangan Tuhan yang Maha Esa di sana. Oleh karena itu, Vincent sangat menyarankan para peserta Bangkit di tahun berikutnya untuk dapat berproses di dalam program ini dengan penuh rasa bahagia serta senantiasa berdoa.

Memanen Bibit-Bibit Unggul di Bangkit


Meski berperan sebagai instruktur, Vincent mengaku bahwa ia pun banyak belajar dari Bangkit. Di sana, ia menyaksikan sendiri semangat belajar para siswa dalam mendalami Machine Learning. Secara tidak langsung, antusiasme ini memberikannya harapan bahwa masa depan Indonesia rupanya sudah terjadi saat ini. Hal ini pun menginspirasinya untuk bisa berbagi lebih banyak lagi.

Tidak hanya memberikan ilmu mengenai Machine Learning, Vincent pun memastikan para calon ahli Machine Learning ini punya kemampuan yang lengkap. Hal ini ia wujudkan dengan memberikan para siswa materi berupa cara membuat sebuah resume yang berkaitan dengan Machine Learning.

Berbicara mengenai Bangkit 2022, bagi Vincent, program ini akan menjadi program yang lebih baik dibandingkan dengan yang sudah dilaksanakan pada tahun 2020 dan 2021. Akan ada banyak hard skill serta soft skill yang terintegrasi dalam kegiatan edukasi ini. Selain itu, bersama dengan rekan-rekannya dari berbagai mitra industri, Vincent siap memberikan pembelajaran yang lebih komprehensif.

Terakhir, Vincent sangat menyarankan para profesional dan educator untuk berkontribusi di Bangkit. Karena baginya, Bangkit adalah sebuah ‘ladang bagi bibit unggul’
“Saya rasa, Bangkit adalah ladang yang disediakan untuk menanam bibit-bibit unggul yang sangat banyak dan kita diharapkan bisa memanen hasilnya di masa depan. Selain itu, kita sebagai kontributor memiliki peranan penting sebagai petani di sana. Maka, jika kalian tidak ingin ketinggalan panen untuk masa depan teknologi Indonesia yang lebih baik, ikut Bangkit!”
‘Memanen’ atau melihat para peserta didiknya sukses di jalur Machine Learning satu persatu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Vincent. Seperti Vincent, kamu pun bisa langsung mengambil bagian di Bangkit untuk memastikan Indonesia tidak kekurangan talenta digital yang unggul di masa depan!

Comments

Popular posts from this blog

Reza Albian Jawas: Penjaga Warnet yang Jadi Pengembang Aplikasi

“It’s About Giving Back:" a Contributor Experience in Bangkit

Try to be the Winner of Every Battle