In Memoriam: Emmeril Kahn Mumtadz

“Saya ingin ikut Bangkit agar dapat sertifikasi Google untuk bekal S2”
(Emmeril Kahn Mumtadz, tentang tujuannya mengikuti Bangkit)

Emmeril Kahn Mumtadz (1999-2022) berpulang tidak hanya diiringi doa-doa dari orang terkasih, tetapi juga meninggalkan kenangan baik bagi mereka yang bersentuhan dengannya secara langsung maupun tidak. Bangkit Academy juga menyimpan memori tersendiri mengenai almarhum sebagai salah seorang siswa alur belajar Machine Learning (ML) tahun ini.

Belajar Machine Learning Karena Tertarik dengan Dunia Robotik

Di Bangkit 2022 Alm. Eril merupakan bagian dari kelas ML-18 yang mengumpulkan mahasiswa-mahasiswi seluruh Indonesia dengan minat terhadap pembelajaran mesin. Pada kelas tersebut, ada Mellania Permata Sylvie (22), seorang Mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura serta lulusan Bangkit 2021 yang ditugaskan untuk menjadi fasilitator kelas. Mellania menginisiasi sebuah sesi perkenalan antar siswa ML-18 di Google Classroom saat program baru dimulai.

Ingin mencoba berbaur dengan teman-temannya yang lain, Alm. Eril ikut memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris di Google Classroom tersebut.

“Halo semua, saya Eril dari Institut Teknologi Bandung, jurusan Teknik Mesin dengan konsentrasi belajar Mekatronik. Saya bergabung di program Bangkit untuk belajar lebih banyak mengenai Machine Learning, karena saya tertarik dengan dunia robotik.”
Dalam sesi perkenalannya itu, Alm. Eril menyebutkan bahwa dalam waktu yang bersamaan, ia tengah belajar sedikit mengenai Data Science. Alm. Eril juga berharap bahwa dengan bergabung di Bangkit, ia bisa berinteraksi dengan para praktisi di bidang Machine Learning dan Data Science.
“Semoga kita bisa belajar dan maju bersama. Senang mengenal kalian,” tutupnya.

Sosok Sederhana yang Semangat Menuntut Ilmu untuk Lanjutkan S2


Siapa yang tidak kenal sosok ayahanda Alm. Eril yang dipercaya sebagai pemimpin Provinsi Jawa Barat sejak 2018 silam. Meski sang ayah begitu dikenal oleh masyarakat banyak, Alm. Eril hadir di Bangkit tanpa mengusung popularitas yang disandang ayahnya. Ia bergabung hanya dengan menyandang titel sebagai seorang Mahasiswa Fakultas Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara di Institut Teknologi Bandung.
“Banyak teman sekelas yang belum tahu bahwa Alm. Eril adalah putra dari Pak Ridwan Kamil, karena Almarhum tidak pernah menunjukkannya dan merupakan sosok yang humble serta rendah hati,” ujar Mellania.
Tidak hanya itu, Mellania juga mengenang Alm. Eril sebagai siswa yang tidak pernah absen selama sesi Instructor-Led Training (ILT). Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada Alm. Eril selama sesi ILT selalu aktif dijawabnya. Kemajuan belajarnya pun baik dan tidak pernah tertinggal.


Semangat belajar Alm. Eril dinyalakan oleh tujuan yang ingin dicapainya begitu lulus S1 kelak. Menurut Mellania, Alm. Eril ikut serta dalam program Bangkit karena ingin mendapatkan sertifikat dari Google untuk mendukung studinya S2-nya. Oleh karenanya, Alm. Eril begitu bersungguh-sungguh dalam berproses di Bangkit.

“Selamat Jalan, Eril.”

Tidak pernah mengalami ketertinggalan dalam belajar barang satu kali pun, suatu ketika, Alm. Eril belum sempat mengumpulkan dua tugas dari kelas soft skills yang diikutinya. Ini karena Alm. Eril terbang ke Swiss untuk mencari peluang beasiswa S2 di negara tersebut seperti yang banyak media sebutkan.

Namun, Tuhan menyiapkan rencana-Nya sendiri untuk Alm. Eril. Ia berpulang dengan diiringi doa-doa tulus oleh orang-orang yang mengasihinya. Sosok Almarhum menginspirasi kami untuk terus belajar tanpa lupa untuk jadi manusia yang rendah hati. Alm. Eril akan dikenang sebagai seseorang yang sederhana dengan kemauan untuk belajar yang patut jadi teladan.

Selamat jalan, Emmeril Kahn Mumtaz. Kami akan terus mengenang semangat belajarmu yang begitu menginspirasi.

Comments

Popular posts from this blog

The Journey of a Young Woman Who Dared to Dream Big

Land the Dream Job as a Software Engineer at a Multinational Tech Company

My Physical Condition Is Not a Barrier to My Ambition